Malang Nyaman dan Sejahtera

Oleh: Ahmad Subchan, M.AB.

Pohon-pohon besar itu sudah tumbang, kawasan pertanian disulap jadi perumahan, pusat-pusat perbelanjaan, plaza dan hypermarket. Udara sejuk, pemandangan indah dan birunya gunung yang mengitari Malang sulit dinikmati lagi. Malang yang pernah dijuluki Parijs Van Java sudah banyak berubah. Memang perubahan adalah sebuah keniscayaan, namun, inikah perubahan yang diinginkan warga Malang?
Deretan nama-nama besar pembangun kota Malang masih terpatri jelas dan menjadi artefak di memori laten kita. Merenda zaman semenjak para tokoh, ksatria, Begawan dan rakyat mengambil peran pada berdirinya kerajaan-kerajaan di Malang. Bagi kami, Malang masa lalu menjadi tamasya kebanggaan heroik dan mengharumkan sekaligus memiriskan ketika ia menjadi lentur dan tergerus oleh zaman yang keras memipil karakter kultural masa kini.

Dalam bacaan kekinian kita, Malang mengalami kemerosotan total dalam berbagai segi, seperti budaya, intelektualitas, bahkan agama (beserta nilai moralnya). Ketika daerah-daerah lain kini berpacu dalam lintasan peradaban merebut supremasi ekonomi dan kesejahteraan rakyat dalam konteks kemandirian lokal (otonomi daerah).

Dan kini, jelang Pilkada kota Malang. Kita diingatkan kembali atas spirit leluhur tentang; pembangunan ekonomi, partisipasi masyarakat dan kelestarian lingkungan. Juga nilai-nilai kultural wong Malang yang kuat mentradisi di atas semangat yang kuat untuk menjadi cerdas, bijaksana, dan berhati nurani.
Nah, sekarang pesta demokrasi wong Malang akan digelar. Tidak berapa lama setelah Malang merayakan ulang tahunnya yang ke-94, sebuah angka yang diyakini sebagai hari lahirnya kota Malang. Hal ini tentu harus dengan kepenuhan semangat membangun kota Malang atas makin sempurnanya Malang sebagai kota praja dan warisan kerajaan-kerajaan masa lalu.

Karena itu, masa depan kota Malang sejak sekarang akan sangat ditentukan oleh apa yang akan dipilih rakyat dari bilik kotak suara nanti. Setidaknya, kerinduan baru kembali digantungkan pada tiang harapan untuk mewujudkan masyarakat Malang yang sejahtera, berbudaya, mandiri dan bermartabat. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, mengembangkan pelayanan prima berbasis masyarakat dan teknologi, Revitalisasi kualitas lingkungan hidup, Mengembangkan tata pemerintahan yang baik, Memperkuat citra kota Malang sebagai kota pendidikan. Adalah wajar bila wong Malang merindukan pemimpin yang mbelani, yang bisa menyelesaikan hal-hal di atas.

Sekaranglah momen penting bagi warga Malang, karena Pilkada adalah bursa demokrasi untuk menghasilkan Panutan yang penuh kesadaran harus mampu menarik garis merah sejarah peradaban Malang baik dalam konteks bangsa kultural Malang maupun dalam artian geopolitik Indonesia.
Lantas apa harapan warga Malang ke depan?

Pertama, Malang sebagai Kota Pendidikan adalah predikat yang sudah lama kita kenal. Kota Pendidikan bagi Kota Malang haruslah menjadi tujuan utama, sedangkan potensi pariwisata dan industri merupakan bagian dari proses penting untuk pencapaian tujuan utama. Kalau prosesnya baik, maka tujuan akan dicapai dengan maksimal.

Kedua, kerukunan komunitas agama yang terus terjaga dengan tidak ada pembedaan-pembedaan menunjukkan masyarakat Malang yang sangat religius pula menghargai keserasian mozaik warna atas penghayatan ketuhanan. Sehingga membutuhkan figur panutan yang religius untuk tetap menjaga keharmonisan dan tatanan religius masyarakat Malang.

Ketiga, sebagai masyarakat yang memiliki akar budaya yang sangat kuat dan kental, tentu mengharapkan agar pemimpin Malang harus dapat menghargai kultur Malang dengan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi tuntunan kehidupan sosial masyarakat sejak dulu kala. Tradisi kesenian yang tersohor tentu harus diberi tempat agar apresiasi kebudayaan yang terus terkikis oleh modernisme diharapkan dapat kembali dihidupkan menjadi jati diri orang Malang.

Keempat, akses masyarakat terhadap pelayanan publik yang belum optimal. Semuanya masih jauh dari harapan. Begitu juga dengan beberapa fasilitas-fasilitas umum lainnya seperti terminal, Ruang Terbuka Hijau, trotoar, tempat parkir, pasar-pasar tradisional, dan sebagainya, dan tempat rekreasi sebagai public sphare belum tertata dengan baik serta masih jauh dari harapan rakyat.

Keenam, anggaran pembangunan. Kita berharap bahwa APBD itu sepenuhnya untuk menunjang pembangunan yang jelas menyentuh kebutuhan publik seperti sarana air bersih yang memadai, akses terhadap pertanian rakyat, jalan kebun, penguatan modal pada ekonomi kecil mikro, serta pelayanan kesehatan. Misalnya dengan alokasi anggaran pembangunan (blockgrant) Rp 100 juta untuk setiap RW.
Dengan akselerasi pembangunan yang berdayaguna dan berkelanjutan di segala sektor sebetulnya yang kita sasar bersama adalah, untuk menjadikan Malang yang aman, nyaman dan sejahtera untuk tinggal (to stay), berkunjung (to visit) bagi orang yang ingin menikmati sejuknya udara pegunungan dan indahnya panorama alamnya, serta berinvestasi (to invest) bagi para pemilik modal yang bisa melirik berbagai potensi alam.
Beberapa hal di atas tentu hanya secuil harapan dari gundukan kegundahan wong Malang yang sedang menanti asa untuk perubahan dan pembenahan yang berujung pada, kesejahteraan rakyat, baik secara ekonomi, sosial, budaya, politik bahkan agama.

Barangkali, kita butuh cermin nurani untuk mendandani Malang menjadi lebih baik. Karena itu, kita tentu sangat mengharapkan pemimpin Malang yang mbelani wong Malang.

Terakhir, kota Malang akan berjaya melalui kerja keras dan dukungan masyarakat guna terwujudnya kemandirian lokal. Masa depan kota Malang terletak di pundak kita semua tanpa terkecuali. Pada titik inilah kemandirian lokal yang kita citakan di masa yang akan datang akan terwujud, berkat komitmen, prakarsa dan partisipasi kita hari ini.

Harapan itu masih ada!

4 Komentar»

  dhista wrote @

Sepertinya sampeyan punya kans besar melihat perbincangan masyarakat akhir2 ini.

Semoga Anda tidak lupa pada misi adiluhung untuk mengemban beban sejarah Kota Malang yang begitu dalam….

  mani wrote @

go subhan go

  nick wrote @

subhan maju

  infojatim media center wrote @

Jangan Lupa Terus Update Blog Subhan dan PKS Kota Malang ini. Infojatim siap membantu mengkampanyekan Subhan lewat dunia Internet


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.